Belajar Nilai Anti Korupsi dari Ki Hadjar Dewantara

- 3 Desember 2020, 09:25 WIB
Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara /Dul/

Tuban Bicara - Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kisah hidup Bapak Pendidikan Nasional. Ki Hadjar Dewantara, terlahir dari keluarga bangsawan dengan nama Raden Soewardi Soerjaningrat. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, sederhana, dan bersahaja.

Merujuk pada buku Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa (KPK, 2014) ketika Ki Hadjar Dewantara ditetapkan sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Republik Indonesia, Ki Hadjar pulang larut malam. Tak ada pesta, acara mewah nan megah untuk merayakan jabatan baru, sebenarnya Ki Hadjar bisa saja membuat pesta yang megah.

Namun dalam hidupnya telah mengalir darah kesederhanaan. Jadi tak perlu dirayakan dengan mengadakan pesta yang mewah. Cukup disyukuri dengan hal-hal sederhana namun bermakna.

Baca Juga: Kemenag Segera berikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1,8 Juta kepada Guru GTK Pendidikan Islam

Istri Ki Hadjar atau Nyi Hadjar kemudian menyuruh salah satu anak mereka untuk membeli mi godhok yang biasanya berada di pinggir jalan. Maka jadilah makan malam dengan menu mi godhok bersama keluarga.

Ki Hadjar pernah berujar, “Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk bangsa Indonesia, dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara. Aku bersyukur pada Tuhan yang telah menyelamatkan langkah perjuanganku.”

Itulah gambaran dari nilai anti rasuah yang telah dicontohkan Ki Hadjar Dewantara yang bisa digunakan sebagai teladan. Khususnya untuk semua warga negara Indonesia dimanapun berada, seyogianya meneladani sepak terjang founding parents Indonesia (Ki Hadjar Dewantara) dalam berbakti untuk Indonesia. Nilai-nilai anti korupsi juga tercermin dari mereka.

Baca Juga: Kemendikbud luncurkan Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa Daerah

Hal tersebut juga bisa digunakan sebagai pembangunan karakter bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang bermartabat seperti yang dicita-citakan founding parents Indonesia. Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang meneladani integritas para tokoh bangsanya.***

Editor: Yogi Abdul Gofur


Tags

Terkait

Terkini