Program Kemendikbud Masuk Minggu ke-31, Faizah Khasanah: Orang Tua Harus Terlibat Langsung

8 November 2020, 20:38 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim. /Dok. Humas Kemendikbud RI./

Tuban Bicara - Masuk minggu ketiga puluh satu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia bekerjasama dengan stasiun televisi TVRI menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemi COVID-19.

Adapun Program Belajar dari Rumah (BDR) meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Faizah Khasanah, selaku guru mapel B. Arab di sekolah MIN 2 Tuban mengatakan bahwa acara tersebut sangat bermanfaat untuk peserta didik.

Baca Juga: Ketua Harian Satgas COVID-19 Kabupaten Anambas Sebut Ada Kasus Baru

Masa pandemi seperti ini orang tua harus terlibat secara langsung untuk pembelajaran anak-anak di rumah.

"Program belajar di rumah adalah salah satu penyegaran media belajar siswa di tengah pandemi ini, programnya menarik sehingga tidak bosan ketika belajar sambil berkreasi," katanya, Minggu, 8 November 2020.

Faizah juga berharap, di masa pandemi program BDR ini akan terus berlanjut dan menayangkan program-program yang lebih menarik untuk peserta didik.

Baca Juga: Dicampur Gula Aren, Begini Cara Racik Es Kopi Susu Kekinian


"Harapan kami, program ini dapat berjalan seterusnya dan menayangkan lebih banyak mapel lain," harapnya.

Di sisi lain, peserta didik ingin masuk sekolah seperti biasanya. Namun, situasi dan kondisi belum memungkinkan untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

Seperti halnya Ahmad Khoiruddin, salah satu murid MIN 2 Tuban mengatakan bahwa dirinya sudah kangen bersekolah dan ingin berkumpul dengan teman-teman yang lain.

Baca Juga: Bersinergi Persiapan Hadapi Perselisihan Hasil Pemilihan di MK, Bawaslu Se-Jatim Mantapkan Diri

"Jarang delok acara iku/menonton acara itu, udah pengen masuk ke sekolah. Udah kangen sama teman-teman," singkatnya.

Melansir laman dari kemdikbud.go.id, pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.


Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua atau wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.***

Editor: M Anas Mahfudhi

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Terkini

Terpopuler