Membaca Peluang Prabowo di Pilpres 2024

- 10 November 2020, 14:37 WIB
Prabowo Subianto Kunjungan ke Jawa Tengah dalam rangka Kampanye 2019
Prabowo Subianto Kunjungan ke Jawa Tengah dalam rangka Kampanye 2019 /twitter/@prabowo

Tuban bicara - Peluang Prabowo subianto Ketua Umum Partai Gerindra terhitung masih tinggi untuk mencalonkan diri sebagai presiden di tahun 2024.

Sebagaimana yang di lansir oleh rri.co.id masyakarat Indonesia masih mengharapkan prabowo subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden di tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut sesuai dengan hasil survey Lembaga Populi Center mengenai dinamika politik di Tanah Air, salah satunya elektabilitas tokoh.

Baca Juga: Akibat Covid-19, Kemendikbud Laksanakan Program Bantuan untuk Para Pelaku Budaya

"Dalam pertanyaan semi terbuka terkait elektabilitas, Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling diharapkan oleh masyarakat sebagai calon presiden pada tahun 2024 dengan 18.3 persen," kata Peneliti Populi Center, Nurul Fatin Afifah, Senin, 9 November 2020.

Di urutan kedua terdapat nama Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dengan elektabilitas 9.9 persen.

Menyusul di posisi ketiga yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 9.5 persen.

Baca Juga: Pantau Kinerja ASN, Khofifah Launching Aplikasi Si Bang Kodir dan Puspa Raja

Kemudian, ada nama Ustaz Abdul Somad dengan elektabilitas 6.2 persen dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan perolehan angka 5.8 persen.

Sementara dibawah angka 5 persen terdapat beberapa tokoh seperti Salahudin Uno dengan 4.8 persen, Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini dengan 4.2 persen, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan perolehan elektabilitas 3.8 persen.

Selanjutnya, ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas 2.4 persen dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 2.2 persen.

Baca Juga: Jemput Kedatangan Rizieq Shihab, Loyalis Padati Bandara Soetta

Untuk diketahui, Populi Center menyelenggarakan survei nasional mulai 21 hingga 30 Oktober 2020 di 100 kabupaten/kota yang tersebar secara proposional di 34 provinsi di Indonesia.


Survei dilakukan menggunakan metode wawancara tatap muka dengan besaran sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Adapun, margin of error pada survei kali ini sebesar 3.10 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, menggunakan pendanaan internal.***

Editor: M Anas Mahfudhi

Sumber: rri.co.id


Tags

Terkait

Terkini