Soal Kudeta Myanmar atas Rohingnya, PBB: Mereka Tidak Dapat Bergerak Bebas

- 3 Februari 2021, 15:57 WIB
Suasana di Myanmar pascakudeta
Suasana di Myanmar pascakudeta /Twitter.com/@eeq17492467

Tuban Bicara - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir jika situasi kudeta di Myanmar dapat memperburuk keadaan Muslim Rohingya.

Dewan keamanan PBB pun telah dikritik atas kegagalannya dalam menangani kekerasan terhadap Muslim Rohingya sebelumnya oleh militer Myanmar.

Salah satunya yaitu kekerasan yang dilakukan Militer Myanmar di negara bagian Rakhine pada tahun 2017, yang memaksa 700.000 orang Rohingya mengungsi ke Negara Bangladesh.

 Baca Juga: Wow! Jawa Barat Telah Sah Menjadi Daerah Pertama Yang Mikili Perda Pesantren

Baca Juga: Hadir Dengan Fitur Baru, Simak Cara Mudah Dapatkan NPWP Elektronik

Namun, mereka malah terdampar di kamp pengungsi yang jorok dan sempit di perbatasan, yang dilansir Tuban Bicara dari The Sydney Morning Herald.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan bahwa sebanyak 600.000 Muslim Rohingya masih berada di negara itu.

“Ada sekira 600.000 Rohingya yang tetap berada di negara bagian Rakhine, termasuk 120.000 orang yang terkurung di kamp-kamp," terangnya.

 Baca Juga: Bahan Baku Vaksin Tiba di Indonesia, Jokowi: Saya Optimis Target 1,5 Juta Vaksinasi Terwujud

Halaman:

Editor: Imam Sarozi


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah