Keluarga Kalideres Tidak Makamkan Jenazah Karena Kondisi Keuangan yang Terbatas

- 10 Desember 2022, 11:46 WIB
Simak keterangan terbaru polisi atas kasus kematian keluarga di Kalideres, Jakarta Barat yang sempat dikira berkaitan dengan kultus misterius.
Simak keterangan terbaru polisi atas kasus kematian keluarga di Kalideres, Jakarta Barat yang sempat dikira berkaitan dengan kultus misterius. /Antara/

Tuban Bicara - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengumumkan hasi penyidikan kematian satu keluarga di  Kalideres, Jakarta Barat.

Hengki Haryadi mengatakan menutup kasus Kalideres ini karena tidak ditemukan indikasi bunuh diri ataupun pembunuhan.

Ia mengatakan keempat korban, yakni Rudiyanto Gunawan (71), Renny Margareta (66), Dian Febbyana (42), dan Budiyanto Gunawan (68) meninggal dengan secara wajar.

Diketahui, Rudiyanto Gunawan (71) meninggal terlebih dahulu karena pendarahan saluran cerna.

Baca Juga: Gunung Semeru Masih Erupsi, Kemenhub : Bandara Abdulrachman Saleh Malang hingga Juanda Harus Tetap Beroperasi

Tim psikolog dari Asosiasi Psikolog Forensik mengungkapkan alasan mengapa keluarga di Kalideres tidak memakamkan Rudiyanto.

Alasannya karena keterbatasan dana, serta karakter Renny Margareta yang menyembunyikan ketidakmampuan finansialnya.

"Ibu Renny punya ciri kepribadian unggul, ingin dinilai baik, lebih dari yang lain, termasuk dominan tidak mau terlihat lemah. Ini mempengaruhi suami tidak dimakamkan," kata Ketia Asosiasi Psikolog Forensik Reni Kusumowardhani, di Jakarta, Jumat 9 Desember 2022.

Baca Juga: Gempa Susulan di Cianjur Tercatat 387 Kali, Begini Kata Kepala BMKG

Di sisi lain, saat Renny Margareta meninggal dunia, anaknya, Dian Febbyana juga tidak memakamkan sang ibunda.

Alasan Dian tidak memakamkan sang ibundanya karena ada perasaan denial dan menganggap Renny Margareta masih hidup.

"Ada situasi denial yang bangun keyakinan seolah-olah ibunya masih hidup, diperlakukan seperti orang masih hidup, dibersihkan, dirawat, posisi seperti tidur," ujarnya.

Tim psikolog menduga keberadaan jenazah Rudiyanto yang tidak dimakamkan juga membuat Dian dan Budiyanto sulit terbuka dengan pihak keluarga.

Baca Juga: Guncang Kabupaten Garut, Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Terasa Hingga Jakarta

"Karena kondisi keuangan menipis, keberadaan mayat Rudiyanto membuat Budiyanto dan Dian sulit membuka ke keluarga," kata Reni.

Saat Budiyanto meninggal dunia, Dian yang memiliki kepribadian menekan emosi negatif menjadi tidak berdaya.

"Ketiga orang keluarga meninggal dunia. Situasi ini melampaui kemampuan merespons secara adaptif, menghadapi kehilangan intens. Tapi masih kelihatan dia melakukan perawatan ada beli makanan, bon-bon belanja makanan, rumah masih dibersihkan, cara tidur nyaman di samping ibunya. Dia meninggal secara wajar," ujar Reni.

Baca Juga: Artis SM Entertainment Akan Rilis Winter Album 2022 dan Memulai 2023 Dengan Konser Online Gratis

Kabid Kimia Biologi Forensik Puslabfor Polr Kombes Pol Wahyu Marsudi memastikan, tidak ada pihak dari luar rumah yang masuk ke dalam rumah secara paksa berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan.

“Dari laboratorium forensik menyimpulkan bahwa hasil TKP tidak ditemukan ada kerusakan, baik akses keluar maupun masuk rumah tersebut,” ujar Wahyu dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat 9 Desember 2022.***

Artikel ini telah tayang di Pikiran-Rakyat.com dengan judul "Kondisi Keuangan Jadi Alasan Keluarga Kalideres Tidak Makamkan Jenazah" pada Sabtu, 10 Desember 2022.

Editor: Ainun Machmudia

Sumber: Antara


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x