Soroti Polemik Impor Beras, Susi Pudjiastuti: Mohon Stop Impor Beras!

- 16 Maret 2021, 22:20 WIB
Susi Pudjiastuti berpendapat wacana impor beras harus dihentikan Jokowi, mengingat hasil panen beras lokal sudah mencukupi.
Susi Pudjiastuti berpendapat wacana impor beras harus dihentikan Jokowi, mengingat hasil panen beras lokal sudah mencukupi. /Instagram.com/@susipudjiastuti115

Tuban Bicara - Pemerintah kembali berencana mengimpor beras hingga 1 juta ton, hal itu dinilai dapat memenuhi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19 yang ramai diprotes.

Terkait hal tersebut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti, meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan rencana impor beras 1 juta ton tersebut.

Tanggapan itu ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya, bahkan, menandai atau mentag Presiden Jokowi @jokowi agar impor beras 1 juta ton itu dihentikan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 17 Maret 2021, Aquarius Ingin Karir Baru

Dalam cuitannya, Susi Pudjiastuti meminta Jokowi seharusnya memberi dukungan kepada petani dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Susi juga menyatakan hingga saat ini, masyarakat masih ada yang panen dan berlimpah. Maka dari itu, Susi memohon agar Jokowi menghentikan impor beras.

“Pak Presiden yth. Mohon stop impor beras, masyarakat masih ada yang panen, panen juga berlimpah. Mohon berikan dukungan kepada Pak Kabulog untuk tidak melakukan impor. Juga melarang yang lain. @jokowi @KemenBUMN @kementan @Kemendag,” tulis Susi, sebagaimana dikutip dari akun Twitter @susipudjiastuti, Selasa, 16 Maret 2021.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn Rabu 17 Maret 2021, Ada Sumber Uang Yang Tidak Terduga

Sebagaimana dalam cuitannya itu, Susi mengomentari pemberitaan tentang ratusan juta ton beras impor yang tidak terpakai.

Pasalnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Senin, 15 Maret 2021 menuturkan bahwa pihaknya sudah melapor ke Presiden perihal masih adanya ketersediaan beras impor itu.

Halaman:

Editor: M Anas Mahfudhi

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X