Optimis! Sektor Ekraf Bali Mulai Bangkit

- 23 November 2020, 23:52 WIB
Wakil Menteri Kemenparekraf atau Baparekraf, Angela Tanoesoedibjo.
Wakil Menteri Kemenparekraf atau Baparekraf, Angela Tanoesoedibjo. /instagram.com/@angelatanoesoedibjo

Tuban Bicara - Pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi Covid-19 berpengaruh pada sektor bisnis yang berimbas pada aktivitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Denpasar, Bali, terutama dalam pengembangan dan pemasaran produknya.

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menilai optimis bahwa pandemi tidak menyurutkan langkah masyarakat kreatif di wilayah yang pernah menyandang predikat 'Kota Kreatif Dunia' dari UNESCO itu. 

”Pariwisata dan ekonomi kreatif ini mengandalkan pergerakan orang, sementara saat Covid-19 tidak boleh ada pergerakan orang. Tetapi masyarakat di sektor industri ini, tetap bersemangat melakukan aktivitas ekonomi kreatif, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Saya rasa jika kita bilang dari Bali-lah ekonomi kreatif akan mulai bangkit,” kata Dewi.

Baca Juga: Asalkan Sesuai Prosedur dan Nilai Kebangsaan, Masyarakat Bebas Sampaikan Aspirasi

Penerapan protokol covid-19 harus tetap dijalankan, imbuh politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)  tersebut.

Selain itu, sektor ekonomi kreatif dituntut untuk mampu memyesuaikan diri.

Sehingga mampu untuk memperlihatkan bahwa meski dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penerapan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) kreativitas tidak akan pernah mati. 

Pada Oktober 2019, DPR secara resmi telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif (UU Ekraf).

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Beri Perlindungan dan Kelestarian Batik

Tujuannya, untuk mendorong seluruh aspek pada sektor ekraf untuk bisa optimal sesuai dengan perkembangan zaman.

Halaman:

Editor: M Anas Mahfudhi

Sumber: dpr.go.id


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah